Home » Posts filed under Tips Dan Trik
Cara Hindari Kejahatan Cyber
Banyak sekali kejahatan yang terjadi di Internet saat ini.Berikut ini cara menghindari aksi kejahatan cyber yang membuat anda resah:
1. Ciptakan password yang kompleks.
Jangan gunakan nama atau tanggal lahir sebagai password. Sebaiknya gunakan password dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Ganti juga password secara berkala. Hal tersebut berlaku untuk semua jenis akun, baik itu e-mail, maupun media sosial.
2. Terus cek data kartu kredit dan data bank secara reguler.
Saat ini, data transaksi bank banyak dikirimkan melalui e-mail. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda melakukan pengecekan transaksi secara berkala.
Hal ini dilakukan agar Anda bisa dengan cepat mengetahui apabila ada hal transaksi yang tidak wajar. Jika Anda menggunakan kartu kredit, Anda bisa langsung menghubungi pihak bank dan melakukan pemblokiran.
Anda pun bisa mengajukan komplain ke pihak bank agar transaksi tersebut bisa dibatalkan.
3. Jangan sembarangan mengklik link.
Saat ini, banyak link yang dapat mengarahkan Anda ke situs phising. Situs tersebut sangat mirip dengan situs aslinya. Bedanya terletak di alamat situs. Sebagai contoh, terdapat situs dengan nama www.faceb00k.com. Situs semacam ini digunakan untuk mencuri username dan password dari korbannya.
Jika Anda mendapatkan e-mail berisi link dari orang yang mencurigakan, sebaiknya Anda segera menghapus e-mail tersebut.
4. Up-date terus antivirus Anda.
Antivirus saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penghalau dan pembunuh program-program berbahaya. Antivirus juga dapat digunakan untuk melindungi Anda dalam kegiatan berinternet. Antivirus dapat memberitahukan apakah sebuah link dan situs berbahaya atau tidak.
(via: teknokompas)
Punya Motor Injeksi? Perhatikan 3 Hal Ini!
Era motor injeksi kian membooming. Di jalanan mulai banyak beredar motor-motor injeksi dari berbagai tipe baik motor bebek, matik hingga motor sport. Nah hal apa saja yang harus diperhatikan atau harus mendapatkan perhatian khusus di 3 tipe motor injeksi tersebut.
Motor injeksi baik bebek, matik maupun sport harus tetap mendapatkan perawatan secara rutin agar tetap enak dan tidak gampang rusak.
Sebenarnya tidak ada bedanya dengan perawatan motor karburator. Semuanya tetap mudah dan praktis. Ade, mekanik bengkel motor injeksi di kawasan Kalimalang, mencoba membeberkannya.
Ada baiknya untuk motor injeksi kalau sudah menempuh jarak lebih dari 10.000 km pada throttle body harus segera dibersihkan menggunakan cairan injektion cleaner dengan cara menyemporotkannya pada throttle body.
Rawat ECU dengan baik. ECU itu merupakan otak dari keseluruhan unit injektor seperti takaran bahan bakar maupun buka tutup pada klep injektor. Maka dari itu jika ECU-nya terhanggu maka kerja injektor tidak akan berfungsi dengan baik.
"Kalau ECU sudah rusak parah maka motor tidak bisa dinyalakan atau mogok," katanya saat berbincang dengan detikOto.
Penyebab kerusakan ECU biasanya terjadi gangguan pada sistim kelistrikan yang over supply dan konsleting. Maka dari itu dianjurkan untuk rutin memeriksa kabel pada sistem kelistrikan.
Periksa busi secara berkala karena busi merupakan komponen yang dibutuhkan ketika proses pembakaran di ruang bakar. Nantinya jika kerja pembakaran tidak sempurna maka akan menyebabkan tenaga motor Anda akan loyo. Jadi periksa dan atur ulang tingkat keregangan sumbu dan kutub pada busi.
"Biasanya kalau pada motor dengan system injeksi akan ada tanda yang berkedip-kedip pada lampu MIL (Malfuction Indicator Lamp). Biasanya para mekanik akan memeriksa komponen elektronic pada sistem injeksi dan dapat diketahui dengan mudah bagian mana yang mengalami kerusakan," tutur pria yang akrb disapa Ade.
(via: detikoto)
5 Tips Membeli BlackBerry
Smartphone BlackBerry (BB) bukanlah perangkat ponsel biasa. Keberadaan PIN dan fasilitas BlackBerry Messenger (BBM) menjadi keunggulan dan nilai jual utama dari perangkat ini.
Adanya PIN dan fitur BBM ini membuat konsumen memperhatikan beberapa hal saat hendak membeli BlackBerry, baik bekas maupun baru.
Berikut panduan membeli BlackBerry agar tidak mendapat masalah di kemudian hari.
1. Cek IMEI dan PIN
Memeriksa IMEI dan PIN menjadi syarat utama pembelian BlackBerry. Nomor IMEI wajib ada di semua jenis ponsel, begitu pula BlackBerry. IMEI ini tertera di bagian dalam ponsel saat Anda melepas baterai dan juga berada di bagian kardus paket pembelian BB.
Cara untuk mengecek IMEI adalah dengan menekan tombol *#06#. Anda juga bisa mengecek nomor IMEI sekaligus PIN dengan cara menekan Options lalu pilih Status. Bisa juga dengan menekan ALT+CAPSLOCK+H.
2. Cek usia penggunaan
Kita juga dapat mengetahui dengan mudah berapa lama BlackBerry tersebut telah digunakan. Hal ini berguna bagi kita yang akan membeli perangkat BlackBerry terbaru. Salah-salah ingin yang baru, ternyata BlackBerry tersebut sudah pernah digunakan selama beberapa waktu.
Cara mengecek lama penggunaan BB adalah dengan menekan menu BB lalu pilih menu Options diikuti dengan memilih menu Status. Pada tampilan yang muncul, Anda ketik BUYR.
3. Cek kinerja BlackBerry
Sebelum membeli BlackBerry, Anda bisa menguji berbagai fasilitas yang ada. Hal ini berguna untuk menghindari penyesalan di kemudian hari. Anda bisa mengecek semua fitur BlackBerry mulai dari kondisi fisiknya hingga fitur suaranya. Caranya adalah dengan menekan menu BB dan pilih Options, lalu pilih Status dan tulis TEST.
4. Cek fisik dan kelengkapan isi paket penjualan
Biasanya pada paket penjualannya akan terdapat charger, kabel data, memory card, manual book, CD driver, handsfree, dan beberapa kelengkapan lainnya untuk tipe BlackBerry tertentu, misalkan saja akan mendapat leather case untuk BlackBerry.
Anda juga harus melihat kondisi permukaan dari casing pembungkus BlackBerry Anda, terutama BlackBerry yang baru. Yang namanya baru, tentu saja BlackBerry-nya masih berpenampilan mulus dan tidak ada goresan sedikit pun.
5. Pastikan adanya garansi
Saat ini, semua operator seluler, terutama GSM, menjual perangkat BlackBerry. Alhasil Anda harus mendapat jaminan garansi alias layanan purnajualnya. Hal ini demi keamanan Anda bila sewaktu-waktu terjadi kerusakan/kendala pada BlackBerry tersebut. Bahkan, pihak pabrikannya, yakni RIM, sudah mulai membuka layanan purnajual di kawasan Jabodetabek.
(via: teknokompas)
Merawat Motor Injeksi Agar Tidak 'Error'
Motor injeksi dipersiapkan untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Seiring dengan kehadiran motor tersebut, banyak pengguna bingung merawat motor jenis ini.
Istilah motor satu ini agak 'manja' bisa dibilang betul. Tapi ketahui merawatnya motor injeksi lumayan mudah. Jika pemberlakuan tepat, maka dipastikan motor injeksi tidak rewel. Pemilik bengkel Berkat Motor Tangerang, Mualim mengatakan cara yang digunakan tidak ribet. Apa saja. Ini dia 2 cara itu.
1. Saringan udara harus bersih.
Motor injeksi biasa bekerja secara bersamaan dengan electronic control unit (ECU). Jika ingin sistem injeksi selaras dengan ECU maka hendaklah memperhatikan saringan udara.
Jangan sesekali menyemprotkan saringan udara karena akan merusak partikel saringan udara. Akibat, saringan udara rudak dan tentu berpengaruh kinerja electronic control unit (ECU). Baiknya ganti saringan udara setiap menjangkau jarak tempu 12.000 Km.
"Saringan udara harus sekali ganti dan enggak boleh disemprot. Karena partikelnya akan memampat ke tengah filter. Hal ini berdampak pada debit udara yang masuk, sehingga berpengaruh terhadap kinerja ECU. Beda dengan motor lain yang memanfaatkan sistem vaccum," kata Mualim.
2. Tidak memodifikasi lampu.
Lampu yang dimodifikasi tidak sesuai bawaan pabrik akan membuat kerja ECU bingung dalam pembagian kelistrikan.
"Gunakan lampu yang sesuai watt dan voltase. Hindari menambah aksesori lampu pada motor. Karena sistem ECU akan tidak stabil memerintahkan tegangan dan perpengaruh terhadap kelangsungan ECU. Baterai motor juga tidak boleh kurang teganggannya. Karena akan berpengaruh terhadap kinerja Fuel injeksi (memanfaatkan listrik untuk menyemprotkan bensin).
12 Tips Memotret dengan Kamera Ponsel
Ponsel sudah berganti nama menjadi telepon cerdas alias smartphone berkat penambahan fitur-fitur di luar kemampuan normalnya. Salah satunya adalah penambahan kamera.
Cukup banyak pengguna smartphone yang hanya mengandalkan ponsel di kamera untuk perangkat dokumentasi dan fotografi. Namun, banyak dari mereka yang kurang puas dengan hasil jepretannya.
Mereka banyak mengeluhkan kualitas hasil fotonya, baik dari segi kualitas gambar maupun kualitas isi foto itu sendiri.
Ingin tahu cara bikin foto bagus dengan smartphone? Berikut 12 tips dari jurnalis multimedia dan fotografer jalanan yang menjadikan iPhone sebagai senjatanya, Richard Koci Hernandez.
1. Ini masalah pencahayaan. Mengambil foto pada kondisi cahaya yang bagus—pagi hari atau menjelang senja—memiliki kemungkinan untuk mengubah foto yang biasa jadi luarbiasa!
2. Jangan gunakan fitur zoom. Hasil zoom dari ponsel sangat buruk dan bisa menjadi awal dari hasil yang buruk. Jika ingin memperoleh gambar yang lebih dekat, mendekatlah dengan kaki Anda, bukan dengan tombol zoom.
3. Kunci eksposur dan fokus. Dengan aplikasi kamera default, tekan/tap dan tahan tombol Shutter. Ketika tanda kotak berkedip, artinya eksposur dan fokus sudah terkunci. Baru ambil gambar dengan menekan penuh tombol shutter atau melepas jari dari layar.
4. Edit, edit edit. Tahan diri, jangan share semua jepretan Anda. Posting atau share hanya hasil yang bagus agar pengikut Anda, misalnya di Instagram, bertambah. “Kami tidak ingin melihat 1000 foto dari anakmu, tampilkan yang paling bagus saja!”
5. Jangan terlalu menilai tinggi masalah teknik. Latihlah kemampuan Anda melakukan observasi.
6. Belajarlah untuk mengamati dan melihat secara lebih mendalam. Filter tidak bisa menggantikan mata yang baik. Perhatikan momen, cahaya, dan objeknya. Jika Anda akan menambahkan efek sepia, black and white, atau filter lainya nanti, silahkan saja. Untuk keperluan jurnalisme, sebaiknya tinggalkan yang namanya filter itu.
7. Jepret diam-diam untuk mendapat hasil yang alami. Lakukan pengambilan gambar secara diam-diam agar objek manusia tidak tahu bahwa gambarnya sedang diambil. Kecenderungan seseorang ketika tahu sedang difoto adalah bergaya: hasilnya sangat tidak natural.
8. Buat target dan tenggat. Ambil 20 gambar untuk satu benda dari berbagai sudut. Anda akan melihat bahwa dunia tampak berbeda jika dipandang dari sudut yang berbeda. Bahkan jika Anda sekedar berjalan memutari segelas kopi di dapur, akan terlihat bedanya sudut pengambilan gambar dan pencahayaan yang jatuh padanya.
9. Ketahui apa yang ingin Anda lihat sebelum dapat melihatnya. Buat daftar tentang apa yang ingin Anda foto hari ini dan temukan. Cara ini akan mengasah intuisi dan pengalaman Anda.
10. Pelajari cara kerja fotografer lain. Cara fotografer lain mengambil gambar akan menjadi sumber inspirasi bagi Anda. Banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan menjadi jelas setelah melakukan pengamatan. ATM: amati, tiru, modifikasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
11. Selalu siap. Pastikan saat hati dan pikiran bilang “Shoot!”, kamera Anda telah siap ditekan. Jangan sampai kamera/ponsel Anda masih ada di kantong celana, di dalam tas, atau ketinggalan di toilet.
12. Miliki ponsel atau smartphone berkamera. Kesebelas tips di atas tidak berguna tanpa tips terakhir ini.
(via :teknokompas)
Cara Mudah Hindari Malware di Ponsel
Cara Mudah Hindari Malware di Ponsel - Banyak laporan menyebutkan, pengguna bisa dengan mudah terkena malware tiap kali mencari aplikasi baru untuk diunduh. Namun, ada cara mudah menghindarinya.
Volume aplikasi baru terus mengalami pertumbuhan. Namun, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan pengguna untuk melindungi dirinya jika suatu saat menemui aplikasi berbahaya ini seperti dikutip dari ITPro.
1. Cari yang resmi
Unduh aplikasi dari toko aplikasi resmi seperti App Store milik Apple atau Play Store milik Google. Menggunakan aplikasi resmi dapat mengurangi kesempatan menemui aplikasi berbahaya secara signifikan.
2. Periksa Referensinya
Saat melihat aplikasi, lakukan beberapa riset pada pengembang dan perusahaannya. “Banyak aplikasi dari pengembang tak dikenal berisi malware yang akan mencuri data-data Anda. Karenanya, lakukan sedikit riset sebelum mengunduh,” kata direktur operasi keamanan nCircle Andrew Storms.
3. Pikir ulang untuk memberi izin
Mudah sekali memberi izin pada aplikasi saat sedang diinstal untuk pertama kalinya tanpa benar-benar melihat daftarnya. Para pengembang aplikasi jahat sangat bergantung pada tingkat kecerobohan pengguna disini.
4. Beri respon
Jika Anda menemui aplikasi yang tak sesuai seperti digambarkan, gunakan sistem respon untuk memberitahu pengguna lain mengenai hal ini.
Volume aplikasi baru terus mengalami pertumbuhan. Namun, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan pengguna untuk melindungi dirinya jika suatu saat menemui aplikasi berbahaya ini seperti dikutip dari ITPro.
1. Cari yang resmi
Unduh aplikasi dari toko aplikasi resmi seperti App Store milik Apple atau Play Store milik Google. Menggunakan aplikasi resmi dapat mengurangi kesempatan menemui aplikasi berbahaya secara signifikan.
2. Periksa Referensinya
Saat melihat aplikasi, lakukan beberapa riset pada pengembang dan perusahaannya. “Banyak aplikasi dari pengembang tak dikenal berisi malware yang akan mencuri data-data Anda. Karenanya, lakukan sedikit riset sebelum mengunduh,” kata direktur operasi keamanan nCircle Andrew Storms.
3. Pikir ulang untuk memberi izin
Mudah sekali memberi izin pada aplikasi saat sedang diinstal untuk pertama kalinya tanpa benar-benar melihat daftarnya. Para pengembang aplikasi jahat sangat bergantung pada tingkat kecerobohan pengguna disini.
4. Beri respon
Jika Anda menemui aplikasi yang tak sesuai seperti digambarkan, gunakan sistem respon untuk memberitahu pengguna lain mengenai hal ini.
Mengolah Foto Menggunakan Tablet
Pekerjaan mengolah foto umumnya dilakukan sebagian besar orang menggunakan personal komputer, notebook, atau netbook yang sudah dilengkapi piranti lunak (software) khusus. Dari segi kinerja, personal komputer maupun notebook dan netbook memang lebih bisa diandalkan untuk urusan mengolah foto.
Selain karena kemampuan prosesor dan RAM memory yang bisa dimaksimalkan, tentunya piranti lunak yang tersedia, sangat menunjang berbagai kebutuhan dalam mengolah foto dengan maksimal, terutama bagi para profesional. Mulai dari pekerjaan standar mengatur pencahayaan dan kontras, mengatur warna, hingga melengkapi metadata (informasi dan data) foto.
Namun bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, hal ini sedikit menjadi masalah. Personal komputer sudah tentu tidak praktis untuk dibawa-bawa. Demikian juga notebook dan netbook, meski dua perangkat ini didesain sebagai komputer jinjing yang praktis, namun berat dan ukurannya kadang menjadi masalah. Terlebih jika harus selalu membawanya setiap hari selama berjam-jam ditambah peralatan kerja lainya yang juga harus dibawa setiap saat, sangat membebani tubuh.
Bagi mereka yang bekerja dengan mobilitas tinggi namun tidak terlalu membutuhkan perangkat komputer super hebat dan cepat, alternatif pilihanya adalah menggunakan komputer tablet. Selain bentuknya yang kompak dan ringan (umumnya kurang dari satu kilogram), komputer tablet ini sudah banyak menyediakan aplikasi untuk mengolah foto termasuk melengkapi metadata foto seperti keterangan foto, judul foto maupun tanggal pemotretan.
Komputer tablet yang beredar di pasaran pun memiliki varian yang cukup beragam, baik dari segi kemampuan, ukuran, maupun harga. Dua komputer tablet yang mendominasi pasaran beberapa tahun terakhir, yaitu iPad keluaran Apple dan Galaxy Tab produksi Samsung. Keduanya memiliki kemampuan yang relatif sama. Perbedaan yang mecolok hanya pada basis operasinya, jika iPad mengunakan operating sistem Apple, sedangkan Galaxy Tab, berbasis pada Android.
Namun tulisan ini tidak akan membahas soal kemampuan dua tablet tersebut, tetapi akan sedikit mengulas mengenai proses mengolah foto menggunakan aplikasi yang tersedia pada kedua tablet tersebut.
Menginstal aplikasi
Sebelum memulai proses mengolah foto, hal pertama yang harus dilakukan tentunya menginstal aplikasi ke dalam tablet. Untuk iPad aplikasi dapat diunduh melalui App Atore atau melaui iTunes, sementara Galaxy Tab bisa diunduh melalui Play Store.
Sementara akesori tambahan yang dibutuhkan untuk memindahkan gambar dari kamera atau kartu memori eksternal ke komputer tablet, yaitu berupa kabel usb 2.0 dan USB konektor. Keduanya dapat dengan mudah dibeli di toko kumputer atau di outlet vendor masing-masing.
Aplikasi populer untuk mengolah sekaligus melengkapi metadata foto pada iPad, antara lain filterstorm dan photogene. Harga aplikasi ini untuk satu kali unduh berkisar antara satu hingga enam dolar Amerika Serikat atau berkisar antara Rp 9.400 - Rp 56.000. Kedua aplikasi ini bisa melakukan tiga jenis pekerjaan sekaligus.
Pertama, mengolah perwajahan foto, seperti mengatur kontras, sharpen, kroping, hingga white balance. Kedua, melengkapi metadata foto, antara lain mengisi tanggal pemotretan, judul foto, keterangan foto, lokasi pemotratan, goetaging, hingga informasi nama fotografer.
Metadata ini termasuk elemen yang penting tidak saja berfungsi untuk memberikan keterangan atau menambahkan catatan kepada foto tersebut, namun juga memberikan identitas atas kepemilikan hak cipta (copyright) foto. Selain itu, metadata berfungsi membantu mengelola pengarsipan foto sehingga mempermudah pencarian foto berdasarkan judul, lokasi atau waktu pemotretan. Terakhir, aplikasi ini memiliki fasilitas untuk mengunggah foto dengan mudah karena sudah terhubung dengan beberapa jejaring sosial antara lain Twitter, Facebook, Tumblr, Istagram, atau Flickr. Foto juga dapat dengan mudah dikirim melalui email, FTP, bahkan bluetooth.
Tampilan aplikasi filterstorm sangat sederhana dan mudah dioperasikan, sekali pun oleh orang yang baru pertama belajar mengolah foto. Demikian pula dengan aplikasi photogene, cara mengoperasikanya tidak lah jauh berbeda dengan filterstorm.
Sama halnya dengan iPad, Galaxy Tab yang berbasis Android juga memiliki aplikasi untuk mengolah foto dan melengkapi metadata. Hanya saja proses mengolah perwajahan foto dan proses mengisi metadata foto dilakukan oleh dua aplikasi berbeda. Untuk mengolah foto salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah Photo Editor sementara aplikasi untuk mengisi metadata banyak digunakan aplikasi MoPhotos.
Khusus untuk Photo Editor, aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dari Play Store. Tidak jauh berbeda dari photogene atau filterstorm, MoPhotos pun memiliki fasilitas untuk mengunduh foto ke berbagai jejaring sosial, email atau bluetooth. Semuanya sudah terhubung dengan mudah.
Namun bila aplikasi di atas tidak sesuai dengan kebutuhan atau barangkali anda tidak memiliki cukup budget, jangan khawatir. Saat ini sudah ada aplikasi online untuk mengolah foto.
Salah satu situs yang menyediakan aplikasi untuk mengolah foto, yaitu http://pixlr.com. Situs ini meyediakan beberapa aplikasi online untuk mengolah foto dari yang paling sederhana Pixlr Express (http://pixlr.com/express), mengolah foto tingatan lebih tinggi Pixlr Editor (http://pixlr.com/editor), atau Pixlr-o-matic (http://pixlr.com/o-matic/) untuk anda yang suka mengolah foto bergaya retro seperti halnya kamera lomo.
Memindahkan foto
Biasanya setelah memotret dengan kamera digital SLR atau kamera saku, pertanyaanya adalah bagaimana memindahkan atau mengopi foto dari kamera atau kartu memori ke komputer tablet.
Untuk memindahkan atau mengopi foto dari kamera, kartu memori eksternal atau flash disk, dibutuhkan perangkat tambahan yang dinamakan USB konektor dan kabel USB seri 2. Alat ini dengan mudah ditemukan di toko komputer atau di outlet vendor komputer tablet.
Hal pertama yang dilakukan adalah memasang USB konektor terlebih dahulu pada komputer tablet. Untuk memindahkan datau mengopi file foto dari kamera dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama menghubungkan langsung kamera dengan komputer tablet menggunakan kabel USB.
Cara kedua, melepas kartu memori kamera dan memindahkan atau mengkopi menggunakan card reader. Sedangkan file foto yang ada di flash disk tentunya tidak lagi dibutuhkan kabel, tinggal langsung colok saja ke USB konektor yang sudah terpasang di komputer tablet. Jika sudah terhubung, dengan sendirinya tablet akan membaca pirati eksternal yang tersambung tersebut. Pekerjaan selanjutnya hanya lah tinggal memilih foto yang akan diolah menggunakan aplikasi tersebut.
Beberapa komputer tablet atau smart phone sudah dilengkapi kamera dengan resolusi di atas lima megapixel. Bahkan ada perangkat yang sudah memiliki kamera dengan resolusi 12 megapixel seperti Motorolla Bulet, Sony Xperia, atau Samsung Galaxy S III, dan kabarnya menyusul iPhone 5.
Tidak hanya itu, smart phone juga mulai mempercepat kemampuan merekam gambar hingga lebih dari tiga frame per detiknya. Untuk ukuran smart phone sudah terbilang cepat dan tentunya sudah cukup baik untuk menghasilkan gambar yang tajam.
Jadi tentunya bila sekadar memotret obyek dekat atau landscape yang tidak membutuhkan kecepatan tinggi, tidak lagi memerlukan kamera DSLR atau kamera saku, cukup dengan kamera tablet atau smart phone sudah bisa langsung diolah lalu dikirim. Selamat mencoba.





